🇮🇷 REZIM IRAN MENUTUP SALURAN TELEGRAM UNTUK MEMBUNGKAM PROTES Republik Islam baru saja mencabut beberapa bagian internet untuk memblokir orang berbagi pembaruan protes, dan sekarang saluran Telegram utama yang meliput kerusuhan tiba-tiba offline. Beginilah cara rezim menyembunyikan apa yang dilakukannya: jika orang tidak bisa berbicara atau memposting, dunia tidak dapat melihat apa yang terjadi. Telegram telah menjadi satu-satunya cara bagi pengunjuk rasa untuk mendapatkan informasi, terutama dengan media asing yang dilarang dari sebagian besar daerah. Sekarang pesan-pesan itu hilang, dan semakin sulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dalam negeri. Mode pemadaman total biasanya merupakan tanda mereka berencana untuk menindak keras, tetapi kabar buruk bagi rezim adalah: Dunia sudah tahu. Sumber: @spectatorindex